Rabu, 09 Juli 2008
"bisik..."
waktu..
aku ingin berbisik padamu,tentang kita yang terkadang tak seirama
tentang aku yang lamban dan kau yang sangat teramat cepat
tentang kita..
bicaralah padaku.
dengan bahasa yang kumengerti
bukan dengan terbitnya fajar dan berjayanya malam
bukan dengan bergantinya musim dan menuanya umur
bukan dengan diam.........
aku ingin berbisik padamu,tentang kita yang terkadang tak seirama
tentang aku yang lamban dan kau yang sangat teramat cepat
tentang kita..
bicaralah padaku.
dengan bahasa yang kumengerti
bukan dengan terbitnya fajar dan berjayanya malam
bukan dengan bergantinya musim dan menuanya umur
bukan dengan diam.........
Rabu, 02 Juli 2008
"berlalu pagi..."
Kehidupan harus terus berjalan
Kebutuhan…selalu meminta pemenuhan
Tak boleh ada stress, cari segera ketenangan
Seorang Pria harus berdiri tegak di setiap cobaan
Boleh bersedih sebab memang perih
Namun waktu tak boleh mati tanpa arti
Berjalanlah tanpa henti, kuatkan diri
Tersenyumlah untuk s’mua yang kau sayangi
Menangislah dalam hati
Melangkahlah s’bagai lelaki
Kelak pasti kan dapati
Bahagia terindah hidup ini
Untuku
Melawan Kesepian
Apapun yang terjadi
Berjalanlah tanpa henti
Airmata tertahan
Waktu untuk dijatuhkan
Nanti kita kan tahu
Betapa bijaknya hidup
Sepahit apa pun ini
Pelajaran yang bererti
Semoga kepergianmu
Tak akan merubah apa pun
Semoga mampu ku lawan
Kesepianku…
Apa pun terjadi
Berjalanlah tanpa henti
by.satrio anggada
Jumat, 27 Juni 2008
Elang.....

bukan,
kamu bukanlah seekor itik
kamu adalah sang elang
yang bisa terbang setinggi tingginya,
menatap sejauh-jauhnya
dan mencengkram sekaras-kerasnya
janganlah kesepian dengan kesendirianmu,
janganlah bimbang lalu terbang bersama camar
bagaimanapun kau seekor elang,
yang takdirnya adalah ketinggian
maka melesatlah secepat kilat
dan terimalah takdirmu,meski kau tau itu sulit.
Kamis, 19 Juni 2008
takdirku.....
waktu seakan berlari mengejar akhir,
aku hanya ikut berlari bersamanya,seakan semua tampak hening berbicara dengan bahasa yang tak kumengerti,mereka sama sekali tak menyapaku,,,
mungkin takdirku sama sepertimu wahai sang rajawali,
begitu tinggi kau terbang,dengan keberanian,keindahan, dan keagungan
hingga tak ada satupun camar menyapamu,
akhirnya dengan keagungan yang kaumiliki kau ditakdirkan "sendiri"
jika seperti ini,maka aku menerima takdirku dan terbang tinggi sepertimu "rajawali.....".
aku hanya ikut berlari bersamanya,seakan semua tampak hening berbicara dengan bahasa yang tak kumengerti,mereka sama sekali tak menyapaku,,,
mungkin takdirku sama sepertimu wahai sang rajawali,
begitu tinggi kau terbang,dengan keberanian,keindahan, dan keagungan
hingga tak ada satupun camar menyapamu,
akhirnya dengan keagungan yang kaumiliki kau ditakdirkan "sendiri"
jika seperti ini,maka aku menerima takdirku dan terbang tinggi sepertimu "rajawali.....".
Kamis, 29 Mei 2008
saat ia pergi.....
Selepas keindahan itu mendadak pergi meninggalkanku...
Ku mencoba untuk tetap terlihat tenang...
Selalu saja mencoba untuk tersenyum...
Walau dalam hatiku terkoyak sakit...
Sesuatu yang tak pernah kuakhiri...
Dengan asaku yang tiada pasti...
Biarlah keindahan itu terus bersinar...
Meninggalkan hari-hari penuh arti...
Aku memang bukan apa-apa...
Aku hanyalah se-ekor burung kecil yang mencoba tuk belajar terbang..
Aku hanya mahluk kecil yang kadang jatuh tersungkur...
Aku hanya ingin berbuat sesuatu yang berarti bagi orang lain...
aku mencoba menjadi arti...
Ku mencoba untuk tetap terlihat tenang...
Selalu saja mencoba untuk tersenyum...
Walau dalam hatiku terkoyak sakit...
Sesuatu yang tak pernah kuakhiri...
Dengan asaku yang tiada pasti...
Biarlah keindahan itu terus bersinar...
Meninggalkan hari-hari penuh arti...
Aku memang bukan apa-apa...
Aku hanyalah se-ekor burung kecil yang mencoba tuk belajar terbang..
Aku hanya mahluk kecil yang kadang jatuh tersungkur...
Aku hanya ingin berbuat sesuatu yang berarti bagi orang lain...
oleh:satrio anggada
aku mencoba menjadi arti...
Selasa, 13 Mei 2008
Etika berpendapat dalam islam
ETIKA BERBEDA PENDAPAT
Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.
Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur'an dan Sunnah. Karena Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya:
"Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul". (An-Nisa: 59).
Berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat denganmu dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat.
Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.
Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang.
Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda.
Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.
Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi lawan.
(Sumber: Kitab "Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari" By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)
Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.
Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur'an dan Sunnah. Karena Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya:
"Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul". (An-Nisa: 59).
Berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat denganmu dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat.
Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.
Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang.
Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda.
Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.
Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi lawan.
(Sumber: Kitab "Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari" By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)
Langganan:
Postingan (Atom)
